Apa yang dimaksud Teknologi Ramah Lingkungan? | Techy Indo

Halo sobat techies! Dunia kita memang dipengaruhi oleh teknologi ya, mau itu untung ataupun rugi yang kita peroleh, harus kita terima dengan lapang dada. Ada teknologi yang merusak lingkungan, ada teknologi yang ramah lingkungan.

Untuk kali ini, Techy Indo akan membahas tentang teknologi yang ramah lingkungan alias tidak mencemari dan tidak merusak lingkungan. Yuk kita simak!

Teknologi Ramah Lingkungan



Teknologi memang sangat mempengaruhi, karena peradaban suatu negara akan sulit untuk maju jika teknologi yang digunakan masih primitif. Negara tersebut akan keringgalan informasi, kalah dalam kekuatan politik, ekonomi, maupun militer.

Negara yang teknologi-nya primitif akan lambat laun tersingkirkan. Tapi, sering tanpa kita sadari perkembangan teknologi yang menguntungkan kita justru juga yang merugikan kita.

Memang keberadaan teknologi saat ini kita rasakan sangat penting. Bahkan sudah menjadi bagian dari hidup kita. Contoh dekatnya adalah smartphone yang sudah menjadi bagian dari diri kita.

Tapi, disemua kesenangan dan kemudahan yang diberikan teknologi, ternyata yang menjadi bayarannya adalah alam kita. Sering sekali perkembangan ini justru memperusak alam, padahal yang menjamin kelangsungan suatu makhluk adalah alam dan sumber dayanya.

Jika kalian pernah melihat film Before The Flood, disana Leonardo DiCaprio menjelaskan tentang perubahan iklim dunia, kekurangan air bersih, pembakaran hutan bersar-besaran yang akan membawa ancaman bagi kelangsungan hidup manusia.

Pembakaran hutan besar-besaran kemudian lahannya digunakan untuk membangun pabrik yang memproduksi banyak polusi udara, kemudian limbahnya dibuang sembarang tempat. Itulah yang dilakukan manusia JIKA BERHARAP CEPAT KIAMAT.

Padahal jika dipikir, asap adari kebaran hutan justru membawa penyakit bagi kita, seperti kanker paru-paru, dan asma. Tetapi, tetap saja ada orang melakukannya demi kepintingan pribadi.

Baca juga : Pengaruh dan Manfaat Teknologi Bagi Kehidupan

Tapi, tentu saja tidak semua teknologi merugikan bagi alam. Teknologi yang tidak merugikan ini disebut teknologi ramah lingkungan (eco-friendly technology).

Walaupun teknologi ramah lingkungan bukan merupakan hal yang baru, masih sedikit yang menggunakan teknologi ini. Padahal jika dipikirkan, juga untuk kebaikan bersama.

Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

Menurut Environment-Indonesia, ada 6 hal yang menjadi prinsip dalam konsep teknologi ramah lingkungan. 6 Prinsip tersebut adalah.
  • Refine, menggunakan barang atau bahan yang telah diproses dengan lebih aman dari teknologi sebelumnya.
  • Reduce, mengurangi penggunaan bahan dan benda yang tidak ramah lingkungan seperti kantong plastik yang berlebihan.
  • Reuse, menggunakan kembali barang atau bahan yang masih bisa digunakan dengan fungsi yang sama.
  • Recycle, mendaur ulang kembali bahan atau limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
  • Recovery, pemanfaatan material tertentu untuk diproses menjadi barang yang berguna untuk keperluan lain.
  • Retrieve Energy, pemanfaatan penggunaan energi yang secukupnya (efisien).
Memang teknologi ramah lingkungan cenderung tidak lebih menyenangkan, dan tidak lebih canggih dari pada teknologi biasa. Tetapi hal itu bukan menjadi alasan teknologi ramah lingkungan tidak perlu diperhatikan.

Manfaat Teknologi Ramah Lingkungan

Manfaat dari penggunaan teknologi ramah lingkungan sangat menguntungkan bagi umat manusia jika diterapkan secara massal. Beberapa manfaat tersebut adalah sebagai berikut.
  1. Mengurangi limbah yang jumlahnya berlebihan agar lingkungan terhindar dari pencemaran.
  2. Pemanfaatan energi yang lebih efisien karena memanfaatkan sumber daya alam yang ada di sekitar, seperti angin, dan surya.
  3. Biaya yang dikeluarkan tidak banyak, karena dapat memanfaatkan energi dari alam.
  4. Kesehatan manusia dapat meningkat, karena pencemaran lingkungan yang berkurang.
  5. Sumber daya alam terbatas dapat dikurangi penggunaanya dengan memanfaatkan tenaga alternatif.

Teknologi ramah lingkungan biasanya menggunakan energi alternatif yang tak akan pernah habis. Energi ini sudah disediakan oleh alam, dan kita hanya perlu memanfaatkannya.

Teknologi Yang Menggunakan Energi Alternatif

Selain persediaannya yang tidak pernah habis, energi ini juga tidak menimbulkan kerusakan bagi lingkungan alam. Beberapa ini adalah contoh teknologi yang memanfaatkan energi alternatif.

1. Sel Surya

Sel surya atau panel surya merupakan teknologi ramah lingkngan yang mmanfaatkan cahaya matahari. Sel surya ini mengubah cahaya matahri menjadi energi listrik yang dialirkan, dan disimpan dalam baterai yang dapat digunakan pada saat mendung, maupun malam hari.


Penggunaan cahaya matahari sangat ramah lingkungan karena tidak mengeluarkan emisi ataupun limah yang akan mencemari lingkungan. Tetapi, walaupun begitu, sel surya juga memiliki kekurangan yakni komponen sel surya harus rutin di daur ulang setelah 20-25 tahun pemakaian karena komponen sel surya termasuk sampah berbahaya.

2. Pembangkit Listrik Tenaga Air

Pembangkit listrik tenaga air atau yang biasa disebut Hydropower ini merupakan alat yang memanfaatkan deras arus air sebagai penghasil tenaga listrik. Biasanya alat ini berbentuk roda atau kincir air yang diletakkan pada arus air sungai yang deras.


Sama seperti sel surya, pembangkit listrik tenaga air juga tidak menghasilkan limbah, maupun zat-zat lainnya yang berbahaya bagi lingkungan.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Angin

Angin tidak seperti minyak bumi maupun batu bara. Angin tersebar dimana-mana, berhembus kemana-mana, oleh karena itu pemanfaatan energi ini akan sangat menguntungkan, dan juga bebas polusi.

Pembangun alat pembangkit listrik tenaga angin adalah yang paling murah dan dapat dibangun dalam kurun waktu 9-12 bulan saja. Biasanya alat ini dibangun seperti bentuk kincir angin raksasa yang diletakkan di padang luas yang terbuka.


Salah satu negara yang terkenal adalah Belanda. Mereka banyak menggunakan tenaga ini sebagai sumber listriknya. Tidak heran mereka mendapat juluka "Negara Kincir Angin".

Baca juga : 10 Teknologi Yang Mungkin Akan Ada di Masa Depan

Diatas hanya beberapa energi alternatif, ada energi alternatif lainnya seperti biogas dan biofuel, jika kalian ingin tahu lebih lanjut tentang biogas dan biofuel, kalian dapat membacanya disini Perbedaan Biogas, Biofuel, Biodiesel, dan Bioethanol.

Teknologi Ramah Lingkungan

Selain penggunaan energi alternatif, ada juga teknologi dan usaha yang dibuat dan dilakukan untuk mendukung program ramah lingkungan, seperti mesin daur ulang. Berikut adalah beberapa teknologi yang dimaksud.

1. EcoATM

EcoATM merupakan teknologi menyerupai mesin ATM. EcoATM menerima barang bekas maupun baru yang sudah tidak ingin digunakan lagi, seperti handphone bekas, mp3 player lama, dll.

EcoATM, img source : http://berinovasi.com

Mesin ini akan memberikan sejumlah uang sebagai gantinya, tentu jumlah uangnya disesuaikan dengan kondisi barang, mesin ini memiliki fasilitas untuk me-scan keutuhan, dan kelayakan barang. Tetapi jangan berharap akan balik modal sesuai barang yang dibeli. Uang yang diberikan bahkan sering kurang dari 10% harga aslinya.


Sayangnya EcoATM belum ada di Indonesia, padahal dengan mesin ini, kita akan dapat turut menjaga lingkungan dan mendapatkan uang. Jadi, sobat techies kalau ada barang bekas, berikan ke tempat daur ulang saja, jangan asal buang sembarangan ya!

2. Kulkas Tanpa Listrik

Kulkas tanpa listrik ini merupakan hasil kreasi anak bangsa, yakni 2 siswa dari SD Al Azhar 14 Semarang. Mereka telah menghaumkan nama Indonesia pada acara World Creativity Festival Advanced Institue and Technology (KAIST) Daejon, Korea Selatan tahun 2015.

Kulkas Tanpa Listrik, img source : Tribun Manado

Kreasi ini membawakan mereka medali perunggu. Pembuatan kulkas ini sangat sederhana sekali, hanya membutuhkan box sterofoam, kaleng biskuit untuk menaruh sayur dan buah serta pasir dan air dingin diluar kaleng untuk menjaga kestabilan suhu.

Jadi, kalau sobat techies punya ide cemerlang untuk membuat dunia lebih baik, jangan sungkan untuk mengekspresikan diri kalian. Apalagi, sekarang banyak sosial media, dan platform yang membuat kalian semakin mudah untuk mengekspresikan diri!

3. Lampu Seumur Hidup

Ini juga merupakan karya anak bangsa loh! Mereka adalah mahasiswa dari Universitas Brawijaya, Malang. Elok Fitriani Tauziat, Nurhasna Fauziyyah, dan M. Alfian Arifin merupakan mahasiswa jurusan Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Siapa sangka ternyata mereka memakai bakteri yang berasal dari tubuh cumi-cumi yang bernama Bakteri Bioluminescence. Mereka menggunakan bakteri tersbut, dan alat Biolie untuk menghasilkan cahaya dengan daya 10.68 watt, dan dapat menerangi ruangan hingga 68 meter.

Lampu Seumur Hidup, img source : https://www.dbs.com

Untuk sobat techies yang ingin menerapkannya, sebaiknya research dulu di internet, karena selain bakterinya dari tubuh cumi, agar dapat bertahan seumur hidup, sobat techies juga harus memberi nutrisi pada bakteri tersebut berupa sayuran fermentasi. Masih tertarik?

4. Lantai Penghasil Listrik

Ini merupakan teknologi yang sangat efektif! Teknologi ini terletak pada lantai-lantai, mereka mentransformasi tekanan dari pijakan kaki menjadi energi listrik!

Pijakan Penghasil Listrik, img source : Google Image



Sayangnya teknologi ini hanya ada di Jepang. Dan teknologi ini berada dalam suatu stasiun ramah lingkungan yang khusus ya, bukan di jalanan umum. Jepang memang terkenal kreatif dan pekerja keras yah!

5. Peti Mati Ramah Lingkungan

Inovasi ini diciptakan oleh perusahaan dari Colorado, Amerika Serikat. Yang dimaksud peti mati ramah lingkungan adalah peti mati yang menggunakan bahan yang mudah terurai seperti bambu, dan kayu pinus.

Peti Mati Ramah Lingkungan, img source : Alibaba.com

Karena jika dibandingkan dengan kayu bakar biasa, peti mati ramah lingkungan ini akan lebih cepat terurai. Bukan hanya peti mati loh! Bahkan katanya setelah mati, tubuh kita dapat diproses menjadi benih yang akan tumbuh menjadi pohon besar!


Akhir Kata

Selain yang disebutkan diatas, teknologi ramah lingkungan juga ada diaplikasikan pada bangunan-bangunan seperti rumah hidup. Rumah hidup yang dimaksud buka seperti pada film "Monster House" ya. Maksudnya adalah rumah yang kaya akan tumbuhan-tumbuhan.

Memang Teknologi ramah lingkungan masih minim penggunaan-nya, serta inovasi yang ada pun hanya sedikit yang tersedia di Indonesia.

Kalau sobat techies tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang teknologi ramah lingkungan, dan inovasinya pada bangunan-bangunan, sobat techies bisa baca disini 8 Inovasi Teknologi Ramah Lingkungan yang Membatasi Pemanasan Global.

Sobat techies juga bisa membuat lingkungan lebih nyaman seperti melakukan penanaman pada atap rumah, dan pada teras rumah menggunakan pot. Selain lebih indah, juga akan terasa lebih asri!

Tetapi untuk menjaga lingkungan dapat kita mulai dengan melakukan langkah-langkah kecil seperti membuang sampah pada tempatnya, dan mengurangi penggunaan kantong plastik. Karena baru-baru ini ditemukan paus yang mati, dan didalam perutnya terdapat 80 kantong plastik! Baca Disini.

Sangat miris, padahal kalau dipikir-pikir, kitalah yang sebenarnya bergantung pada alam, bukan sebaliknya. Dunia tetap akan sehat tanpa manusia. Tetapi, memang semuanya diawalai dari kesadaran diri masing-masing.

Jadi, bagaimana menurut sobat techies? Apakah yang kita jalani sekarang sudah termasuk baik atau masih kurang? Silahkan komentar dibawah pendapat sobat techies!

0 Response to "Apa yang dimaksud Teknologi Ramah Lingkungan? | Techy Indo"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel